Home
Artikel
Produk
Keranjang
Akun
Article

Produk Outdoor Lokal Kabupaten Bandung Dilirik Cina

Produk Outdoor Dalam Negri Asal Bandung Dilirik China

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Berawal dari hobi, Ekki Veby Krismawan (24 tahun) kini menjadi wirausaha muda dengan produk yang diminati sampai mancanegara. Penjualan produk outdoor dengan merek “Explore Store Project” itu disebut sudah bisa menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah.
Explore Store Project dirintis Ekki bersama keempat temannya sejak November 2015. Rumah produksinya berada di Kampung Nagrak, Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Renjana merintis usaha ini tak jauh-jauh dari hobi Ekki. Pemuda yang mengaku sudah memulai usaha sejak kelas 3 SMP ini memang hobi mendaki. Untuk menjalani hobinya ini, ia biasanya hanya berbekal peralatan outdoor yang terbilang murah.
Hal tersebut kerap membuat Ekki minder karena melihat orang lain menggunakan peralatan outdoor yang lebih bagus dengan merek ternama. Meski demikian, hobinya mendaki tak surut. Hingga akhirnya Ekki mendapat kepercayaan menjadi duta produk peralatan outdoor bermerek. “Sejak itu saya sering memakai peralatan bagus dan bermerek. Tapi, saya tidak puas dan semakin terpacu agar bisa membuat alat-alat mendaki dengan kualitas lebih bagus dan bermerek,” ujar Ekki, Ahad (30/9).
Sekitar tiga tahun lalu, Ekki dan keempat temannya bersepakat memulai usaha pembuatan peralatan outdoor. Berbekal keterampilan masing-masing, Explore Store Project lahir. “Teman saya ada yang bisa membuat desain, pandai membuat pola, dan menjahit. Kami akhirnya joint dan terkumpul modal Rp 7 juta untuk produksi alat mendaki,” kata Ekki.
Tenda menjadi produk pertama yang dibuat. Seiring berjalan dan berkembangnya usaha, produk yang ditawarkan Explore Store Project kian beragam. Seperti hammock atau tempat tidur gantung, lazy bed, sofa angin, dan juga sleeping bag. Produk hammock disebut paling laris terjual karena dinilai mempunyai kelebihan berupa besi sebagai penahannya. Menurut Ekki, hasil penjualan produk-produk itu kini bisa menghasilkan omzet mencapai sekitar Rp 30 juta per bulannya.
Produk Explore Store Project ini awalnya menyasar pasar lokal. Fokusnya Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Ekki mengaku tidak berfokus memasarkan di wilayah Jawa lantaran ketatnya persaingan produk outdoor. Sekaligus juga tak ingin saling mematikan usaha produk sejenis. Untuk memperluas pemasaran, Explore Store Project memanfaatkan media dalam jaringan (daring), serta lewat e-commerce. Permintaan dari luar negeri pun berdatangan seiring publikasi lewat media sosial ini.
Bahkan, menurut Ekki, beberapa waktu lalu sebuah perusahaan besar di Cina sempat menawarkan Explore Store Project membuka rumah produksi di sana. Namun, ia mengaku menolak tawaran tersebut. Salah satu alasannya, Ekki ingin memberdayakan warga di sekitar rumah produksi mereka saat ini. Sekarang sudah ada tujuh orang yang membantu di bagian produksi dan empat orang pada bagian pemasaran. “Saya delapan kali ditelepon dari Cina. Bukannya tidak berminat dengan keuntungan besar. Tapi, kalau di sana, saya tidak bisa membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” ujar Ekki, yang mendapatkan penghargaan dari gubernur sebagai wirausaha baru terbaik kedua di Jawa Barat 2018 itu.

photo


Produk hammock Explore Store Project.

Ekki dan kawan-kawannya kini terus berupaya mengembangkan usahanya. Ia mengatakan, keuntungan yang didapat digunakan untuk menambah sarana dan prasarana produksi, seperti untuk modal mesin atau membeli peralatan baru. Dengan begitu, diharapkan kapasitas produksi pun bisa meningkat. Produk Explore Store Project pun diharapkan lebih dikenal dan dipasarkan secara luas. Ekki mengaku pernah akan mengekspor produknya ke Dubai dan Mesir. Namun, lantaran terkendala ongkos kirim yang nilainya tinggi, pengiriman urung terlaksana. Kendala lainnya, kata dia, menyangkut sumber daya penjahit peralatan outdoor yang sulit dicari.
Agar bisa bersaing dan diterima pasar, Ekki mengatakan, produk Explore Store Project selalu diupayakan memiliki desain unik dengan perpaduan warna beragam. Ia pun akan mengurus produk-produk ini agar mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HaKI). Menurut dia, produk-produk Explore Store Project ini pun terlebih dulu melalui uji kontrol sebelum dipasarkan. Sebab, kata dia, ini berkaitan dengan keselamatan pengguna. “Soal kualitas kontrol ada teman yang belajar tata busana. Semua produk dicoba dulu karena ini berkaitan dengan nyawa,” ujar Ekki.
https://republika.co.id/berita/pg0df9432/produk-emoutdoor-emlokal-kabupaten-bandung-dilirik-cina